Menggandrungi buku jadi laku yang tidak begitu populer di
kalangan remaja. Hari ini, gawai yang disokong internet telah berhasil membuat tipuan
dengan dalih mengandung unsur modern dan canggih. Hanya sebagian kecil, melalui
ikhtiar tanpa jemu, memilih bercumbu dengan buku. Buku sudah jadi bagian hidup.
Rentang waktu, biaya, dan jarak tempuh yang jauh bukan persoalan untuk berhenti
gandrung pada buku.
Minggu, 28 Juli 2019
Senin, 01 Juli 2019
Dua Syarat Laku Berislam
Sepertinya, sudah lama buku ini tidak
dijamah, berdebu dan berdiri tegak di rak. Tampak cover depan buku masih
lumayan bagus, meski sobek dibagian tengah atas dan mengerut dibagian
pojok bawah. Mungkin terakhir kali dijamah ketika para marbut masih
mendiami kamar tengah asrama atau malah lebih dari itu. Buku yang kurang
mendapat perhatian, sepertinya. Saya beranggapan, buku itu dahulu
pernah jadi salah satu primadona bagi pembaca. Salah satu buku yang
wajib dikhatamkan, kira-kira begitu. Buku yang sudah lama saya masukkan
ke daftar bacaan, namun tak kunjung saya mulai. Beberapa waktu tersita
karena kesibukan, beberapanya lagi karena dirayu oleh buku dengan judul
lebih baru.
Sabtu, 18 Mei 2019
Cerita Waria Dari Tanah Yogyakarta
Cerita tentang waria merupakan cerita pilu. Bagaimana tidak?
Kehadiran waria selalu menjadi perdebatan banyak kalangan, mulai dari
masyarakat awam, intelektual, bahkan ulama juga turut berkontribusi
meramaikan jagat perdebatan tentang waria.
Waria jadi bahan
debat. Bahkan hasil debat selalu tidak menguntungkan keberadaan waria.
Debat-debat itu muncul dari pendapat orang tentang waria. Pendapat waria
sendiri sering diabaikan. Waria diwakili oleh pendapat orang lain.
Waria punya cita dan asa, tapi tidak kesampaian.
Jumat, 26 April 2019
Mencuci Dan Dakwah Nabi
Mencuci itu laku untuk
membersihkan sesuatu. Kita yang dewasa tentu saja, kecuali balita,
pernah mencuci. Mencuci baju, mencuci piring, mencuci motor, mencuci
sendok, dan seabrek barang-barang yang patut untuk dicuci. Mencuci
dilakukan seiring waktu.
Rabu, 10 April 2019
Perempuan-Perempuan Yang Konsisten
Malam itu, 10/03/2019 saya menyempatkan bertemu dengan teman
sepermainan. Ya karena esoknya saya harus kembali ke kota pelajar, untuk
mengais ilmu. Kami bertemu di warung kopi, di salah satu sudut desa.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Belakangan ini kita dikejutkan oleh banyak kejadian yang tidak mengenakkan. Kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan terus-menerus digenjot hab...
-
Mari sejenak kita menengadahkan tangan dan menundukkan kepala. Berdoa untuk para korban semoga mendapat tempat apik di sisi-Nya. Bagi kelu...
-
Sore ini saya bareng Mas Agus Ali Imron berencana untuk mengunjungi beberapa tempat. Acak memang. Namun tempat-tempat itu menjadi saksi seja...


