Baru-baru ini, Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Bapak
Muhadjir Effendy menyarankan kepada Kementerian Agama untuk mengeluarkan
fatwa orang kaya menikah dengan orang miskin. Dalih yang digunakan
adalah agar orang miskin populasinya bisa semakin berkurang. Lebih
lanjut, pernikahan ini diberi istilah pernikahan ekonomi. Secara kasar,
ini bisa dimaknai dengan pergeseran pernikahan yang dulu dianggap
sebagai momen sakral menjadi momen transaksional.
Sabtu, 22 Februari 2020
Minggu, 12 Januari 2020
Menziarahi Makam Bung Karno: Sebuah Refleksi
Bung Karno, sapaan akrabnya. Saya lupa
kapan kali pertama mengenalnya, lewat apa dan dari siapa. Namun
keberadaannya sampai hari ini masih saya geluti. Beberapa buku-buku
karya Bung Karno masih saya cari untuk dibaca dan dikoleksi, khususnya
yang memuat tentang gagasan-gagasannya. Di samping itu, kiprah Bung
Karno dalam pembentukan Negara Indonesia yang merdeka tidak bisa
disangsikan lagi. Gebrakannya di masa itu membawa angin segar bagi
mereka yang semasa hidupnya hanya mendapati kepahitan dijajah.
Selasa, 07 Januari 2020
Persinggungan Musik Dangdut Dalam Hidup Saya
Saya lahir dari keluarga yang memiliki kecintaan terhadap musik
dangdut. Sedari kecil, saya terbiasa mendengarkan musik dangdut: salah
satu genre musik yang hari ini digemari hampir di seluruh pelosok
negeri.
Minggu, 05 Januari 2020
Dari Warung Kopi Untuk Kedaulatan Istri
Sebagai ruang publik, warung kopi bisa menampung banyak orang. Orang
datang, pesan makanan atau minuman tidak harus kopi, duduk, kemudian
dilanjutkan dengan mengobrol atau main game. Termasuk juga kedatangan orang-orang dengan pemikiran yang berbeda. Warung kopi terlalu berbaik hati untuk soal terakhir ini.
Sabtu, 04 Januari 2020
Islam Jenaka Mbah Nyut
Narasi Islam hari ini banyak didominasi oleh perilaku keras dan
kasar. Mimbar-mimbar ceramah dan tulisan banyak memuat diksi-diksi yang
tidak ramah dengan keragaman dan perbedaan. Sebut saja diksi kafir,
halal-haram dan surga-neraka jamak kita temui di mana-mana. Belum lagi
tindak teroris yang banyak memakan korban jiwa dan merusak sejumlah
fasilitas publik. Saya rasa pada titik ini, ucapan Gus Dur beberapa
tahun lalu perlu dirumuskan ulang sebagai laku alternatif berislam,
bahwa kita membutuhkan Islam yang ramah, bukan Islam marah.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Belakangan ini kita dikejutkan oleh banyak kejadian yang tidak mengenakkan. Kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan terus-menerus digenjot hab...
-
Mari sejenak kita menengadahkan tangan dan menundukkan kepala. Berdoa untuk para korban semoga mendapat tempat apik di sisi-Nya. Bagi kelu...
-
Sore ini saya bareng Mas Agus Ali Imron berencana untuk mengunjungi beberapa tempat. Acak memang. Namun tempat-tempat itu menjadi saksi seja...


