Kamis, 26 Juli 2018

Perdebatan Kebenaran Di Era Pasca-Kebenaran

Definisi post-truth atau pasca-kebenaran yang selama ini dijadikan rujukan oleh mayoritas penulis adalah definisi dari kamus Oxford. Karena pada tahun 2016, post-truth menjadi word of the year menurut kamus Oxford. Dalam kamus tersebut didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mendasarkan kebenaran pada emosi dan kepercayaan pribadi, daripada fakta objektif.

Rabu, 25 Juli 2018

Masjidku Kini Tak Seperti Dulu


Masjidku yang dahulu begitu jauh dari kata layak. Berdiri adanya ruang utama masjid, terus ditambah teras didepannya. Kipas angin sebagai penyelamat dikala sumuk pun tidak ada. Lantainya hanya beralaskan tikar, tanpa ubin, marmet atau keramik mulus yang bisa menambah minat para jamaah untuk berlama-lama duduk. Atapnya masih seng, genteng sudah ada, namun masih ditata rapi di sebelah pojok selatan masjid. Pasir di depan masjid menggunung sampai tiga gunduk. Bagaimana dengan tempat parkir kendaraan? Jangankan tempat parkir, tempat untuk sandal saja masih berserakan, sesuai kaki terakhir melangkah.

Jumat, 18 Mei 2018

Renggangnya Hubungan Politik dan Pendidikan, Putusin Aja!


Pemilihan Kepala Daerah baik tingkat I maupun tingkat II akan diselenggarakan pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang. Meskipun masih kurang dua bulanan lagi, masing-masing pasangan calon telah berupaya untuk mensosialisasikan program-program kerjanya ketika terpilih.

Kamis, 15 Maret 2018

Santri, Gus Dur, Kiai, Dan Hukum

Berawal dari pertemuan disebuah warung kopi, saya bertemu dengan salah seorang teman. Dia bercerita tentang kegelisahan yang dihadapinya. Dia berprofesi sebagai guru di pondok pesantren. Maklumlah, kehidupan pondok pesantren ada aturan-aturan yang harus ditaati.

Legowo

 
Tatkala mendengar kata ‘melepaskan’ akan terbayang kerugian. Iya rugi, sebab untuk mempunyai atau menikmati sesuatu saya harus berjuang secara maksimal. Apa mungkin mau, setelah mendapatkan sesuatu kemudian melepaskannya begitu saja? Menurut saya perbuatan itu merupakan bentuk kerugian, terlebih merugikan diri sendiri. Seperti itu pemahaman awal saya tentang ‘melepaskan’.