Jumat, 24 April 2020

Rahmah El Yunussiyah, Pendidik Perempuan Dari Padangpanjang

Kondisi perempuan di masa kolonial banyak menemui hambatan. Selain karena budaya patriarki yang masih mengakar kuat, perempuan sendiri belum memiliki kesadaran tentang kesetaraan. Sehingga pembatasan-pembatasan yang ditujukan kepada perempuan untuk tidak sekolah, dipingit, dijodohkan, dan tidak diberi hak untuk berpendapat diterima sebagai bentuk kewajaran.

Sabtu, 18 April 2020

Berdoa

Sebagai manusia, ketidakberdayaan dan keterbatasan adalah niscaya. Kendati demikian, manusia memiliki kebutuhan dan keinginan yang setiap kali merasa patut untuk dikabulkan menjadi kenyataan. Padahal, kekuasaan bukan milik manusia. Seperti kata teman saya sekitar tujuh bulan yang lalu, di sebuah warung kopi ditemani rintik hujan dan kilatan petir yang jaraknya seperti di atas ubun-ubun, “Manusia itu wayang bro. Usaha dan doa itu memang harus, tapi keputusan finalnya ada di tangan-Nya”.

Rabu, 01 April 2020

Nasihat Untuk Penyair


Menulis puisi bukan aktivitas lazim yang ditekuni oleh banyak orang. Selain harus mengerahkan kekuatan akal, menulis puisi juga memerlukan kreatifitas dan penghayatan yang mendalam. Tiap peristiwa diamati, dirasakan, kemudian diterjemahkan dalam baris-baris berderet kata bermakna. Estetika dan kedalaman pesan berjalan selaras. Meski begitu, kesederhanaan dalam memilih kata juga bukan perkara yang kuno, apalagi jika dianggap mudah.

Senin, 24 Februari 2020

Tafsir Agama Yang Tak Berpihak Ke Perempuan


Perempuan dalam narasi Islam masih banyak menyisakan persoalan. Teks-teks dari ayat suci yang seharusnya membawa pesan egaliter dengan wajahnya yang ramah, justru kerap kali dimaknai dan dijadikan sebagai alat legitimasi untuk memposisikan perempuan inferior dibanding laki-laki. Apalagi jika mengingat kelompok Islam konservatif yang gemar melakukan komersialisasi kesalehan personal melalui simbol-simbol agama yang belakangan ini banyak ditemui, baik di media sosial maupun di mimbar ceramah. Label halal-haram dan surga-neraka santer terdengar sekaligus didakwakan pada banyak perempuan di luar kelompok mereka.

Sabtu, 22 Februari 2020

Tiga Catatan Penting SOAL Pernikahan Orang Kaya Dan Miskin Usul Pak Muhadjir Effendy


Baru-baru ini, Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Bapak Muhadjir Effendy menyarankan kepada Kementerian Agama untuk mengeluarkan fatwa orang kaya menikah dengan orang miskin. Dalih yang digunakan adalah agar orang miskin populasinya bisa semakin berkurang. Lebih lanjut, pernikahan ini diberi istilah pernikahan ekonomi. Secara kasar, ini bisa dimaknai dengan pergeseran pernikahan yang dulu dianggap sebagai momen sakral menjadi momen transaksional.