Minggu, 05 Januari 2020

Dari Warung Kopi Untuk Kedaulatan Istri


Sebagai ruang publik, warung kopi bisa menampung banyak orang. Orang datang, pesan makanan atau minuman tidak harus kopi, duduk, kemudian dilanjutkan dengan mengobrol atau main game. Termasuk juga kedatangan orang-orang dengan pemikiran yang berbeda. Warung kopi terlalu berbaik hati untuk soal terakhir ini.

Sabtu, 04 Januari 2020

Islam Jenaka Mbah Nyut


Narasi Islam hari ini banyak didominasi oleh perilaku keras dan kasar. Mimbar-mimbar ceramah dan tulisan banyak memuat diksi-diksi yang tidak ramah dengan keragaman dan perbedaan. Sebut saja diksi kafir, halal-haram dan surga-neraka jamak kita temui di mana-mana. Belum lagi tindak teroris yang banyak memakan korban jiwa dan merusak sejumlah fasilitas publik. Saya rasa pada titik ini, ucapan Gus Dur beberapa tahun lalu perlu dirumuskan ulang sebagai laku alternatif berislam, bahwa kita membutuhkan Islam yang ramah, bukan Islam marah.

Sabtu, 21 Desember 2019

Berislam Itu Luwes

Perbaikan akhlak menjadi misi prioritas yang diemban Nabi Muhammad dalam menjalankan dakwahnya. Masa lalu, sebelum Nabi Muhammad lahir, tanah Arab dipenuhi laku yang tidak beretika. Bayi perempuan dibunuh, perempuan disamakan dengan properti, perkelahian antar suku yang tidak pernah usai, dan seabrek etika yang tidak berperikemanusiaan. Tapi tidak menafikan juga, bahwa peradabannya pada masa itu sudah lumayan maju.

Jumat, 13 Desember 2019

Literasi Di Kota Ketiga


Geliat literasi menjadi problem yang hanya diperhatikan oleh segelintir kalangan, kelompok, orang. Bahkan pemerintah pun kadang alpa untuk melihat sudah sejauh mana literasi bergerak di daerah-daerah, apalagi yang jauh dari akses. Padahal jelas, literasi menjadi bagian dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Pembangunan taman baca, lingkaran diskusi, koleksi buku di perpustakaan, dan festival bazar buku menjadi serentetan aktivitas yang dijalankan dengan ngos-ngosan oleh segelintir kalangan, komunitas, atau orang.

Sabtu, 02 November 2019

Menjadi Jawa Sekaligus (Ber)Islam


Perdebatan manusia Jawa yang beragama Islam sudah berlangsung sejak lama. Perdebatan ini dipicu oleh pertanyaan apakah agama Islam yang dianut oleh manusia Jawa benar-benar agama Islam yang autentik? Atau, laku keberislaman manusia Jawa merupakan warisan dari agama-agama yang datang sebelumnya? Kedua pertanyaan ini santer terlihat ketika kita membaca buku-buku yang membahas persoalan Jawa dan Islam.