Perdebatan manusia Jawa yang beragama Islam sudah berlangsung sejak
lama. Perdebatan ini dipicu oleh pertanyaan apakah agama Islam yang
dianut oleh manusia Jawa benar-benar agama Islam yang autentik? Atau,
laku keberislaman manusia Jawa merupakan warisan dari agama-agama yang
datang sebelumnya? Kedua pertanyaan ini santer terlihat ketika kita
membaca buku-buku yang membahas persoalan Jawa dan Islam.
Sabtu, 02 November 2019
Senin, 02 September 2019
Nestapa Cinta Perempuan Dari Tanah Padang
Buku itu terselip di antara sekian buku yang tak beraturan tata
letaknya di rak baca Aula Kantor Desa Titidu, Kwandang, Gorontalo
Utara. Saat momen penataan buku supaya terlihat rapi, mata saya
tertuju pada buku itu. Tubuh buku berdebu. Saya menuduh banyak orang
sudah acuh tak membaca buku itu. Termasuk buku lain di rak baca ini yang
bernasib sama.
Minggu, 25 Agustus 2019
Geliat Musik Dangdut
Musik dangdut di Indonesia sudah mendarah daging. Hampir seluruh
lapisan masyarakat baik di desa maupun kota pernah bersentuhan dengan musik
dangdut. Di kota, dangdut menjelma menjadi semacam kompetisi pencarian bakat. Kita
bisa menyebut itu sebagai upaya proteksi dangdut dari musik-musik K-Pop
(Korea), lagu Barat, atau sejenisnya. Sedangkan di desa, dangdut lebih merasuk
dalam relung masyarakat. Hampir setiap kegiatan, kerja bakti, acara nikahan, kampanye,
sampai dies natalis sekolah, melibatkan musik dangdut.
Senin, 29 Juli 2019
Cerita Dari Rumah ABC Desa Titidu-Teras Utara Indonesia
“Membaca buku jadi jalan untuk membuka cakrawala dunia.” Kalimat ini bukan sekedar bualan belaka. Melainkan dampaknya bisa dirasakan di kehidupan nyata.
Di Aula Desa Titidu, Kecamatan Kwandang,
Gorontalo Utara, terdapat sejumlah buku berderet di rak: kusam, beberapa
berdebu, dan letaknya tidak beraturan. Saya mengira deretan buku-buku
tersebut sudah jarang dijamah oleh anak-anak maupun masyarakat
pembacanya. Bisa jadi, terakhir kali buku dijamah kala usai pembuatan
taman baca dan pengadaan buku bacaan.
Minggu, 28 Juli 2019
Kabar Buku Di Masa Lalu
Menggandrungi buku jadi laku yang tidak begitu populer di
kalangan remaja. Hari ini, gawai yang disokong internet telah berhasil membuat tipuan
dengan dalih mengandung unsur modern dan canggih. Hanya sebagian kecil, melalui
ikhtiar tanpa jemu, memilih bercumbu dengan buku. Buku sudah jadi bagian hidup.
Rentang waktu, biaya, dan jarak tempuh yang jauh bukan persoalan untuk berhenti
gandrung pada buku.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Belakangan ini kita dikejutkan oleh banyak kejadian yang tidak mengenakkan. Kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan terus-menerus digenjot hab...
-
Mari sejenak kita menengadahkan tangan dan menundukkan kepala. Berdoa untuk para korban semoga mendapat tempat apik di sisi-Nya. Bagi kelu...
-
Sore ini saya bareng Mas Agus Ali Imron berencana untuk mengunjungi beberapa tempat. Acak memang. Namun tempat-tempat itu menjadi saksi seja...


