Sabtu, 21 Desember 2019

Berislam Itu Luwes

Perbaikan akhlak menjadi misi prioritas yang diemban Nabi Muhammad dalam menjalankan dakwahnya. Masa lalu, sebelum Nabi Muhammad lahir, tanah Arab dipenuhi laku yang tidak beretika. Bayi perempuan dibunuh, perempuan disamakan dengan properti, perkelahian antar suku yang tidak pernah usai, dan seabrek etika yang tidak berperikemanusiaan. Tapi tidak menafikan juga, bahwa peradabannya pada masa itu sudah lumayan maju.

Jumat, 13 Desember 2019

Literasi Di Kota Ketiga


Geliat literasi menjadi problem yang hanya diperhatikan oleh segelintir kalangan, kelompok, orang. Bahkan pemerintah pun kadang alpa untuk melihat sudah sejauh mana literasi bergerak di daerah-daerah, apalagi yang jauh dari akses. Padahal jelas, literasi menjadi bagian dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Pembangunan taman baca, lingkaran diskusi, koleksi buku di perpustakaan, dan festival bazar buku menjadi serentetan aktivitas yang dijalankan dengan ngos-ngosan oleh segelintir kalangan, komunitas, atau orang.

Sabtu, 02 November 2019

Menjadi Jawa Sekaligus (Ber)Islam


Perdebatan manusia Jawa yang beragama Islam sudah berlangsung sejak lama. Perdebatan ini dipicu oleh pertanyaan apakah agama Islam yang dianut oleh manusia Jawa benar-benar agama Islam yang autentik? Atau, laku keberislaman manusia Jawa merupakan warisan dari agama-agama yang datang sebelumnya? Kedua pertanyaan ini santer terlihat ketika kita membaca buku-buku yang membahas persoalan Jawa dan Islam.

Senin, 02 September 2019

Nestapa Cinta Perempuan Dari Tanah Padang


Buku itu terselip di antara sekian buku yang tak beraturan tata letaknya di rak baca Aula Kantor Desa Titidu, Kwandang, Gorontalo Utara. Saat momen penataan buku supaya terlihat rapi, mata saya tertuju pada buku itu. Tubuh buku berdebu. Saya menuduh banyak orang sudah acuh tak membaca buku itu. Termasuk buku lain di rak baca ini yang bernasib sama.

Minggu, 25 Agustus 2019

Geliat Musik Dangdut


Musik dangdut di Indonesia sudah mendarah daging. Hampir seluruh lapisan masyarakat baik di desa maupun kota pernah bersentuhan dengan musik dangdut. Di kota, dangdut menjelma menjadi semacam kompetisi pencarian bakat. Kita bisa menyebut itu sebagai upaya proteksi dangdut dari musik-musik K-Pop (Korea), lagu Barat, atau sejenisnya. Sedangkan di desa, dangdut lebih merasuk dalam relung masyarakat. Hampir setiap kegiatan, kerja bakti, acara nikahan, kampanye, sampai dies natalis sekolah, melibatkan musik dangdut.